<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>iatmismmigas</title>
	<atom:link href="http://iatmismmigas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iatmismmigas.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 04:13:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='iatmismmigas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>iatmismmigas</title>
		<link>http://iatmismmigas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://iatmismmigas.wordpress.com/osd.xml" title="iatmismmigas" />
	<atom:link rel='hub' href='http://iatmismmigas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sieve Analysis</title>
		<link>http://iatmismmigas.wordpress.com/2012/01/02/sieve-analysis/</link>
		<comments>http://iatmismmigas.wordpress.com/2012/01/02/sieve-analysis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 04:11:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IATMI SM STT MIGAS Balikpapan</dc:creator>
				<category><![CDATA[RESERVOIR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iatmismmigas.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Erina Suhartini Sieve analysis adalah penentuan persentase berat butiran agregat yang lolos dari satu set sieve. Tahap penyelesaian suatu sumur yang menembus formasi lepas (unconsolidated) tidak sederhana seperti tahap penyelesaian dengan formasi kompak (consolidated) karena harus mempertimbangkan adanya pasir yang ikut terproduksi bersama fluida produksi. Seandainya pasir tersebut tidak dikontrol dapat menyebabkan pengikisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=63&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh : Erina Suhartini</p>
<p style="text-align:justify;">Sieve analysis adalah penentuan persentase berat butiran agregat yang lolos dari satu set</p>
<p style="text-align:justify;">sieve. Tahap penyelesaian suatu sumur yang menembus formasi lepas (unconsolidated) tidak<br />
sederhana seperti tahap penyelesaian dengan formasi kompak (consolidated) karena harus<br />
mempertimbangkan adanya pasir yang ikut terproduksi bersama fluida produksi. Seandainya<br />
pasir tersebut tidak dikontrol dapat menyebabkan pengikisan dan penyumbatan pada peralatan<br />
produksi. Disamping itu juga menimbulkan penyumbatan pada dasar sumur. Produksi pasir lepas<br />
ini, pada umumnya sensitive terhadap laju produksi. Apabila laju alirannya rendah, pasir yang<br />
ikut terproduksi sedikit dan sebaliknya.<br />
Metode yang umum untuk menanggulangi masalah kepasiran meliputi penggunaan slotted<br />
atau screen liner, dan gravel packing. Metode penanggulangan ini memerlukan pengetahuan<br />
tentang distribusi ukuran pasir agar dapat ditentukan pemilihan ukuran screen dan gravel yang<br />
tepat. Formasi lepas adalah formasi yang tidak memiliki sementasi yang baik, merupakan suatu<br />
sistem yang tidak stabil sehingga daya ikat antar butiran yang ada pada batuan sangat kecil,<br />
sedangkan formasi lepas merupakan formasi yang memiliki sementasi yang baik, merupakan<br />
suatu sistem yag stabil sehingga daya ikat antar butiran pada formasi batuan besar.</p>
<p>Pemilihan besar keseragaman butiran menurut Schwartz yaitu :<br />
C &lt; 3, merupakan pemilahan yang seragam<br />
C &gt; 5, merupakan pemilahan yang jelek<br />
3 &lt; C &lt; 5, merupakan pemilahan yang sedang</p>
<p>Produktivitas Sumur Menurun<br />
Penurunan produktivitas sumur dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kondisi<br />
reservoir, kondisi produksi, proses penyumbatan pada tubing, lubang bor dan perforasinya, atau<br />
kerusakan mekanis. Plugging/ penyumbatan pada tubing, lubang bor dan perforasinya dapat<br />
disebabkan oleh pasir, partikel-partikel formasi termasuk batuannya, partikel-partikel lumpur,<br />
endapan paraffin, asphalt, scale atau collapse pada tubing/casing (lihat Gambar 1).</p>
<p>Gambar 1. Penyumbatan pada Tubing</p>
<p>Terproduksinya air dalam sumur dapat menimbulkan bermacam-macam masalah, diantaranya<br />
yaitu :</p>
<p>Kerusakan peralatan dan fasilitas produksi</p>
<p>Penyumbatan aliran fluida produksi dalam pipa alir</p>
<p>Masalah-masalah lain yang sangat mengganggu produktivitas sumur</p>
<p>Analisa Butiran Pasir<br />
Analisa butiran pasir adalah untuk mengetahui distribusi besar butir dari pada formasi pasir.<br />
Tujuan menganalisa butir pasir untuk menentukan metoda-metoda penanggulangan masalah<br />
kepasiran. Contoh pasir yang akan dianalisa butirannya diambil dari side wall atau convensional<br />
coring. Adapun prosedur analisa pasir adalah contoh yang diambil dari side wall atau<br />
convensional coring, ditumbuk agar butirannya terpisah. Kemudian contoh tersebut ditimbang<br />
dan kalau memungkinkan ditentukan kadar lempung, silt pasir. Selanjutnya dimasukkan ke<br />
dalam alat analisa butiran yang mana alat ini tersusun dari beberapa saringan (sieve) dengan<br />
bukaan saringan (sieve opening) berbeda-beda. Saringan dengan bukaan paling besar diletakkan<br />
paling atas dan saringan dengan bukaan paling kecil ditempatkan paling bawah, dan susunan<br />
saringan diletakkan pada pengguncang (vibrator). Setelah butiran pasir cukup terpisah-pisah<br />
untuk setiap saringan, kemudian masing-masing ditimbang beratnya. Ukuran besar butir pada<br />
suatu saringan berada di antara ukuran saringan di atasnya. Hasil penimbangan kemudian dibuat<br />
atau persen berat versus ukuran butiran, seperti terlihat pada Gambar 2.</p>
<p>Gambar 2. Distribusi Butiran Pasir Hasil Analisa Saringan</p>
<p>Untuk mengkumulatifkan persen berat terhadap besar butir (grain size) menentukan baik-<br />
buruknya pemilahan (sorted) diambil perbandingan ukuran butiran pada kumulatif 40 % terhadap<br />
butiran pada kumulatif 90 % berat, secara matematis ditulis :</p>
<p>C = <span style="text-decoration:underline;">d40</span><br />
d90<br />
dimana :<br />
1. Pemilihan baik (well sorted) bila C &lt; 3<br />
2. Pemilihan buruk (poar sorted) bila C &gt; 5</p>
<p>Dengan mengetahi sifat-sifat butiran pasir dari analisa saringan (sieve analysis) dapat dipakai<br />
sebagai penuntun untuk memilih sistem penanggulangan kepasiran (sand control).</p>
<p>Sand Consolidation<br />
Sand Consolidation dengan menggunakan material plastik. Pemilihan metoda ini cocok untuk<br />
zona produksi yang pendek. Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :<br />
a. Clean fluid uniform<br />
b. Menginjeksikan material plastik ke zona produktif<br />
c. Membersihkan pasir yang kotor dengan HF acid mutual solvent. Merupakan teknik<br />
dengan menginjeksikan resin ke dalam formasi, dimana resin tersebut diharapkan<br />
mengikat butir pasir sehingga berfungsi sebagai material penyemen.</p>
<p>Resin Coated Gravelpack<br />
Injeksi dengan menggunakan plastik coated sand dan viscous placement fluid, biasanya metoda<br />
ini dipakai pada zona yang panjangnya medium, dimana pasir telah diproduksikan dan<br />
memperlihatkan gejala caving. Metoda yang digunakan adalah “sand lock”, yaitu dengan<br />
memasukkan resin pembungkus gravel ke dalam formasi. Resin disini akan membentuk jaringan<br />
batu pasir sintetis yang sangat permeabel.</p>
<p>Gravel Pack<br />
Gravel pack merupakan workover yang terbaik untuk single completion dengan zona produksi<br />
yang panjang. Pelaksanaannya adalah sebagai berikut :<br />
a. Pembersihan perforasi dengan clean fluid sebelum gravel pack dipasang.<br />
b. Penentuan ukuran gravel pack sesuai dengan ukuran butiran pasir formasi<br />
c. Squeeze gravel pack ke dalam lubang perforasi, digunakan water wet gravel jika<br />
digunakan oil placement fluid<br />
d. Produksikan sumur dengan segera setelah packing, aliran produksi dimulai dengan laju<br />
produksi rendah kemudian dilanjutkan dengan kenaikkan laju produksi sedikit demi<br />
sedikit.</p>
<p>Metoda ini merupakan metoda pengontrolan pasir yang paling sederhana dan paling tua<br />
umurnya. Pada prinsipnya, adalah gravel yang ditempatkan pada annulus antara screen/sloted<br />
dengan casing/lubang bor, dimaksudkan agar dapat menahan pasir formasi. Gravel pack adalah<br />
suatu cara untuk menanggulangi kepasiran yang masuk ke dalam sumur dengan memasang krikil<br />
(gravel) di depan formasi produktif dengan cara diijeksikan, yang mana gravel-gravel itu dapat<br />
menahan butiran yang lepas dan berlaku sebagai penyaring. Pemakaian gravel itu baik untuk<br />
formasi yang tebal, seragam (uniform) dan halus. Keseragaman dan ukuran butiran berhubungan<br />
dengan perencanaan ukuran gravel. Selain itu perencanaan gravel tergantung pula kepada<br />
pengalaman seseorang. Dewasa ini para ahli cenderung untuk memakai gravel berukuran lebih<br />
kecil. Di dalam penempatan gravel pack dipasang saringan. Ukuran saringan tergantung kepada<br />
distribusi ukuran gravel yang digunakan.</p>
<p>Jenis gravel pack pada umumnya dapat dibagi dua, yaitu :<br />
1. Open Hole Gravel Pack (OHGP), yaitu gravel pack yang ditempatkan di antara<br />
saringan dengan dinding bor pada formasi produktif.<br />
2. Inside Gravel Pack (IGP), yaitu gravel pack yang ditempatkan antara casing yang<br />
diperforasi dengan pipa saringan.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan di dalam perencanaan gravel pack, yaitu :<br />
1. Ukuran gravel pack yang tersedia<br />
Gravel pack tersedia dalam beberapa ukuran. Apabila ukuran gravel hasil perhitungan tidak<br />
tersedia, umumnya memakai ukuran yang lebih kecil. Kadang-kadang memakai ukuran yang<br />
lebih besar apabila ukuran yang lebih kecil tidak tersedia.</p>
<p>2. Angularitas dan Besar Butir Gravel<br />
Permeabilitas dan kompaksi gravel dapat dipengaruhi oleh angularitas dan besar butir.<br />
Suman mengemukakan angularitas secara relatif tidak begitu mempengaruhi terhadap<br />
permeabilitas gravel. Akan tetapi Archie mengemukakan bahwa permeabilitas angular jauh<br />
lebih besar bila dibandingkan dengan permeabilitas yang bundar.</p>
<p>3. Kebasahan Gravel<br />
Minyak kadang-kadang bersifat senyawa polar yang apabila diserap oleh permukaan gravel,<br />
menyebabkan gravel cenderung bersifat basah minyak (oil wet). Oleh karena itu, jika<br />
minyak digunakan sebagai fasa kontinu untuk fluida pembawa dalam penempatan gravel,<br />
material gravel sebaiknya dibasahi dulu dengan air sebelum dinjeksikan ke dalam sumur.</p>
<p>Prosedur Pemasangan Gravel Pack<br />
Adapun prosedur pemasangan gravel pack di dalam lubag sumur mengikuti urutan-urutan<br />
sebagai berikut :<br />
1. Pembesar lubang pada formasi produktifnya dan bersihkan dengan air garam.<br />
2. Turunkan rangkaian pipa dan injeksikan gravel ke dalam sumur untuk mengisi lubang<br />
tadi dengan tekanan tertentu.<br />
3. Turunkan pipa saringan dengan packer yang dilengkapi pipa pembersih (wash pipe)<br />
untuk membersihkan pasir yang ada di dalam lubang sumur. Biasanya dengan sirkulasi<br />
balik atau dengan sirkulasi biasa.<br />
4. Setelah selesai penurunan pipa saringan pada kedalaman tertentu dudukkan packer,<br />
baru diangkat pipa pembersih.</p>
<p>Screen Design<br />
Pemilihan ukuran screen atau slot liner pada gravel pack completion, dimasukkan untuk<br />
menahan gravel agar tidak ikut terproduksi. Penentuan celah screen dapat dilakukan dengan<br />
beberapa persamaan yang diturunkan oleh:<br />
1. Coberly, dengan koefisien keseragaman 2,5 – 7,5 sebagai berikut :<br />
W= 2 x d10<br />
2. Wilson, dengan ukuran butir pasir yang lebih seragam, sebagai berikut :<br />
W = d10<br />
3. Wilson, adalah sebagai berikut :<br />
W = d15<br />
4. SCHWARTZ, Coberly, Rogers, bahwa slot adalah :<br />
W = d100</p>
<p>Dalam prakteknya, lebar slot yang sering digunakan adalah sebagai berikut :</p>
<p>0.05 inci W d20<br />
Dimana:<br />
W = lebar screen/slot, inci<br />
d10 = diameter butir pada titik 10 % berat kumulatif, pada kurva distribusi, inci<br />
d15 = diameter pada titik 15 % berat kumulatif, pada kurva distribusi, inci<br />
d20 = diameter butir pada titik 20 % berat kumulatif, pada kurva distribusi, inci<br />
d100 = diameter butir pada titik 100 % berat kumulatif, pada kurva distribusi, inci</p>
<p>Persamaan yang diajukkan Schwartz, Coberly, Rogers akan memberikan hasil yang memuaskan,<br />
terutama apabila masalah-masalah kepasiran djumpai pada formasi-formasi baru.Ukuran lebar<br />
celah 0.05 inci merupakan ukuran minimum yang dapat mencegah tersumbatnya celah tersebut.<br />
Apabila harga d20 lebih kecil dari 0.05 inci, maka perlu digunakan metoda sand control yang lain.</p>
<p>Dianjurkan, bahwa beberapa jenis screen slot yang digunakan mempunyai sifat antara lain :</p>
<ol>
<li>Stainless Steel</li>
<li>Mempunyai daya tahan yang sangat tinggi terhadap korosi</li>
<li>Memberikan kapasitan aliran yang optimum</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iatmismmigas.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iatmismmigas.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iatmismmigas.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iatmismmigas.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iatmismmigas.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iatmismmigas.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iatmismmigas.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iatmismmigas.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iatmismmigas.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iatmismmigas.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iatmismmigas.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iatmismmigas.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iatmismmigas.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iatmismmigas.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=63&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iatmismmigas.wordpress.com/2012/01/02/sieve-analysis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed80f61a830a78d105eb735ead91c31e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iatmismmigas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Coil Tubing Gas Lift</title>
		<link>http://iatmismmigas.wordpress.com/2012/01/02/coil-tubing-gas-lift/</link>
		<comments>http://iatmismmigas.wordpress.com/2012/01/02/coil-tubing-gas-lift/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 02:50:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IATMI SM STT MIGAS Balikpapan</dc:creator>
				<category><![CDATA[PRODUCTION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iatmismmigas.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Seiring waktu umur minyak akan kehilangan tekanan nya sehingga tidak mampu lagi untuk mengalirkan minyak kepermukaan secara alamiah (Natural Flow). Pada kondisi ini sebagai petroleum engineer seharusnya kita telah mempunyai analaisa apakah sumur ini akan dikembangkan lebih lanjut atau ditinggalkan, mengingat beberapa factor yang harus diperhatikan, yaitu besar cadangan tersisa yang masih mungkin diperoleh, tekanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=56&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;"><br />
</span></strong></p>
<p>Seiring waktu umur minyak akan kehilangan tekanan nya sehingga tidak mampu lagi untuk mengalirkan minyak kepermukaan secara alamiah (Natural Flow). Pada kondisi ini sebagai petroleum engineer seharusnya kita telah mempunyai analaisa apakah sumur ini akan dikembangkan lebih lanjut atau ditinggalkan, mengingat beberapa factor yang harus diperhatikan, yaitu besar cadangan tersisa yang masih mungkin diperoleh, tekanan reservoir, Productivity Index, Fluida reservoir, komplesi sumur, besar biaya investasi, dan lain-lain.</p>
<p>Di antara beberapa jenis metode Artificial Lift yang ada, salah satu yang sangat populer untuk diterapkan di sumur minyak adalah metode gas lift. Prinsip kerja dari teknik ini sangat sederhana, yaitu dengan menginjeksikan gas kedalam sumur melalui annulus antara casing dengan tubing produksi. Gas ini kemudian akan masuk melalui side pocket mandrel (SPM) kedalam tubing produksi. Dengan masuknya gas tadi kedalam tubing dan bescampur dengan minyak didalamnya, m</p>
<p>aka gas tadi akan menurunkan densitas minyak tadi menjadi lebih ringan sehingga akan mampu untuk diproduksikan ke permukaan.</p>
<p>Permasalahan akan timbul ketika semua faktor saling mendukung bagi si sumur untuk dipasang instalasi gas lift terhadapnya termasuk ketersediaan fasilitas kompresor dan tersedianya cadangan gas yang melimpah, namun kondisi komplesi sumur tadi sendiri yang kurang mendukung. Misalnya sumur-sumur yang dikomplesi dengan sistem <em>monobore</em>, sumur seperti ini tidak mungkin untuk dilakukan instalasi gas lift seperti biasa yang menggunakan SPM sebagai media masuknya gas. Sumur type ini tidak memiliki annulus antara casing dengan tubing produksi, bahkan sumur jenis ini ada yang tidak menggunakan casing, melainkan tubing langsung disemen dengan dinding formasi. Alhasil diperlukan inovasi baru untuk menjawab persoalan ini.</p>
<p>Coil tubing Gas Lift hadir sebagai solusi yang efektif dan terbukti dapat meningkatkan produksi sumur minyak yang sudah tidak mampu berproduksi secara natural flow. Tidak adanya annulus dalam sumur bukan menjadi suatu hambatan lagi. Dalam teknik gas lift metode ini, gas tidak diinjeksikan melalui SPM. Gas diinjeksikan kedalam sumur melalui coil tubing yang dipasang didalam tubing produksi. Fluida campuran antara minyak dengan gas injeksi akan mengalir keluar melalu</p>
<p>i annulus baru, yaitu annulus antara tubing produksi dengan coil tubing didalamnya.</p>
<p>Berikut contoh gambar sumur yang dikomplesi secara <em>monobore</em> dan dipasang instalasi coil tubing gas lift terhadapnya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter  wp-image-57" title="coil tubing" src="http://iatmismmigas.files.wordpress.com/2012/01/coil-tubing.jpg?w=323&#038;h=413" alt="" width="323" height="413" /></p>
<p align="center"><em><span style="text-decoration:underline;">Wellsketch sumur monobore + coil tubing gas lift</span></em></p>
<p align="center"><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p>Dengan menggunakan teknik ini, gas tetap dapat diinjeksikan kedalam sumur dan tidak adalagi hambatan dalam pelaksanaan gas lift bagi sumur tersebut, tentu saja tetap harus dilakukan beberapa penyesuaian khusus, baik dari sisi perhitungan engineeringnya, maupun dari sisi peralatan dipermukaan.</p>
<p align="center"><a href="http://iatmismmigas.files.wordpress.com/2012/01/kepala-coil-tubing.jpg"><img class="size-full wp-image-58 aligncenter" title="kepala coil tubing" src="http://iatmismmigas.files.wordpress.com/2012/01/kepala-coil-tubing.jpg?w=538&#038;h=336" alt="" width="538" height="336" /></a></p>
<p align="center"><em><span style="text-decoration:underline;">Kepala sumur untuk Coil Tubing Gas Lift</span></em></p>
<p>By : T.A.S.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iatmismmigas.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iatmismmigas.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iatmismmigas.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iatmismmigas.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iatmismmigas.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iatmismmigas.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iatmismmigas.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iatmismmigas.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iatmismmigas.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iatmismmigas.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iatmismmigas.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iatmismmigas.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iatmismmigas.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iatmismmigas.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=56&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iatmismmigas.wordpress.com/2012/01/02/coil-tubing-gas-lift/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed80f61a830a78d105eb735ead91c31e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iatmismmigas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iatmismmigas.files.wordpress.com/2012/01/coil-tubing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coil tubing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iatmismmigas.files.wordpress.com/2012/01/kepala-coil-tubing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kepala coil tubing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eksplorasi Minyak Bumi</title>
		<link>http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/12/22/eksplorasi-minyak-bumi/</link>
		<comments>http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/12/22/eksplorasi-minyak-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 10:37:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IATMI SM STT MIGAS Balikpapan</dc:creator>
				<category><![CDATA[GEOLOGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iatmismmigas.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Eksplorasi, disebut juga penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan perjalanan dengan tujuan menemukan sesuatu. Dalam dunia perminyakan, eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=40&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eksplorasi, disebut juga penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan perjalanan dengan tujuan menemukan sesuatu. Dalam dunia perminyakan, eksplorasi atau pencarian <a title="Minyak bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi">minyak bumi</a> merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para <a title="Geologis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologis">geologis</a>, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas pencarian <a title="Hidrokarbon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon">hidrokarbon</a> tersebut.</p>
<p>Secara ilmu <a title="Geologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi"><strong>geologi</strong></a>, untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut dalam eksplorasi minyak bumi hal ini disebut kajian geologi. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon. Kondisi itu adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Batuan Sumber (<em>Source Rock</em>)</strong>, yaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan <a title="Hidrokarbon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon">hidrokarbon</a>. biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih (<em>Shale</em>). batuan ini kaya akan kandungan unsur atom <a title="Karbon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon">karbon</a> <strong>(C)</strong> yang didapat dari cangkang &#8211; cangkang <a title="Fosil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosil">fosil</a> yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia <a title="Hidrokarbon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon">hidrokarbon</a></li>
<li><strong>Tekanan dan Temperatur</strong>, untuk mengubah fosil tersebut menjadi <a title="Hidrokarbon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon">hidrokarbon</a>, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai hidrokarbon.</li>
<li><strong>Migrasi</strong>, Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena <a title="Hidrokarbon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon">hidrokarbon</a> di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.</li>
<li><strong>Reservoir</strong>, adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi.</li>
<li><strong><em>Caps Rock</em></strong>, Minyak dan atau gas terdapat di dalam reservoir, untuk dapat menahan dan melindungi fluida tersebut, maka lapisan reservoir ini harus mempunyai penutup di bagian luar lapisannya. Sebagai penutup lapisan reservoir biasanva merupakan lapisan batuan yang rnempunyai sifat kekedapan (impermeabel), yaitu sifat yang tidak dapat meloloskan fluida yarg dibatasinya. Jadi lapisan penutup didefinisikan sebagai lapisan yang berada  dibagian atas dan tepi reservoir yang dapat dan melindungi fluida yang berada di dalam lapisan di bawahnya.</li>
<li><strong>Perangkap Reservoir (<em>Reservoir Trap</em>)</strong>, Merupakan unsur pembentuk reservoir sedemikian rupa sehingga lapisan beserta penutupnya merupakan bentuk yang konkap ke bawah, hal ini akan mengakumulasikan minyak dalam reservoir. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kajian <a title="Geologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi">geologi</a> merupakan kajian <a title="Regional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Regional">regional</a>, jika secara regional tidak memungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada gunanya untuk diteruskan. Jika semua kriteria di atas terpenuhi maka daerah tersebut kemungkinan mempunyai potensi <a title="Minyak bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi">minyak bumi</a> atau pun gas bumi. Sedangkan untuk menentukan ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian yang lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik batuan. Maka penelitian dilanjutkan pada langkah berikutnya.</p>
<p>Setelah kajian secara regional dengan menggunakan metoda <a title="Geologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi">geologi</a> dilakukan, dan hasilnya mengindikasikan potensi <a title="Hidrokarbon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon">hidrokarbon</a>, maka tahap selanjutnya adalah tahapan kajian <a title="Geofisika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geofisika">geofisika</a>. Pada tahapan ini metoda &#8211; metoda khusus digunakan untuk mendapatkan data yang lebih akurat guna memastikan keberadaan hidrokarbon dan kemungkinannya untuk dapat di ekploitasi. Data-data yang dihasilkan dari pengukuran pengukuran merupakan cerminan kondisi dan sifat-sifat batuan di dalam bumi. Ini penting sekali untuk mengetahui apakan batuan tersebut memiliki sifat &#8211; sifat sebagai batuan sumber, reservoir, dan batuan perangkap atau hanya batuan yang tidak penting dalam artian hidrokarbon. Metoda-metoda ini menggunakan prinsip-prinsip <a title="Fisika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika">fisika</a> yang digunakan sebagai aplikasi engineering.Metoda tersebut adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Survey Geologi Permukaan</strong>, pemetaan geologi pada permukaan secara detail dapat dilakukan jika memang terdapat singkapan. Pemetaan dilakukan pada rintisan dan juga di sepanjang sungai.</li>
<li><a title="Eksplorasi seismik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eksplorasi_seismik"><strong>Eksplorasi seismik</strong></a>, Ini adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. kajiannya meliputi daerah yang luas. dari hasil kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan di dalam bumi. Untuk survey detail, metode seismik merupakan metode yang paling teliti dan dewasa ini telah melampaui kemampuan geologi permukaan. Metode yang digunakan adalah khusus metode refleksi. Walaupun pemetaan geologi detail terhadap tutupan telah dilakukan, pengecekan seismik selalu harus dilaksanakan, untuk penentuan kedalam objektif pemboran serta batuan dasar dan juga lapisan yang akan menghasilkan minyak</li>
<li><strong>Data resistivity</strong>, prinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori akan diisi oleh fluida. Fluida ini bisa berupa air, minyak atau gas. Membedakan kandungan fluida di dalam batuan salah satunya dengan menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida. Fluida air memiliki nilai resistan yang rendah dibandingkan dengan minyak, demikian pula nilai resistan minyak lebih rendah dari pada gas. dari data log kita hanya bisa membedakan resistan rendah dan resistan tinggi, bukan jenis fluida karena nilai resitan fluida berbeda beda dari tiap daerah. sebagai dasar analisa fluida perlu kita ambil sampel fluida di dalam batuan daerah tersebut sebagai acuan kita dalam interpretasi jenis fluida dari data resistiviti yang kita miliki</li>
<li><strong>Data porositas</strong></li>
<li><strong></strong><strong>Data berat jenis</strong>, data ini diambil dengan menggunakan alat logging dengan bantuan bahan <a title="Radioaktif" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radioaktif">radioaktif</a> yang memancarkan <a title="Sinar gamma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinar_gamma">sinar gamma</a>. Pantulan dari sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Dapat kita bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan berisi <a title="Hidrokarbon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon">hidrokarbon</a> akan mempunyai berat jenis yang berbeda.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai tambahan semua propek yang telah dipilih serta dinilai dalam suatu sistem penilaian, kemudian dipih untuk dilakukan pemboran eksplorasi terhadapnya. Maka semua prospek ini haruslah diberi prognosis. Yang dimaksud Prognosis adalah rencana pemboran secara terperinci serta ramalan-ramalan mengenai apa yang akan ditemui waktu pemboran dan pada kedalaman berapa. Prognosis meliputi ;</p>
<ol>
<li><strong>Lokasi Yang Tepat</strong>, lokasi ini biasanya harus diberikan dalam koordinat. Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam lokasi titik terhadap tutupan struktur, sebaliknya semua koordinat lokasi tersebut penentuannya dilakukan dari pengukuran seismik, terutama jika tutupan ditentukan oleh metode seismik. Jika hal ini terjadi di laut misalnya, maka pengukuran harus dilakukan dari pelampung (buoy) yang sengaja ditinggalkan di laut pada pengukuran seismik, juga dari titik pengukuran radar di darat. Setidak-tidaknya pengukuran lokasi itu harus teliti sekali sebab kemelesetan beberapa ratus meter dapat menyebabkan objektif tidak diketemukan.</li>
<li><strong>Kedalaman Akhir</strong>, kedalaman Akhir pemboran eksplorasi biasanya merupakan batuan dasar cekungan sampai mana pemboran itu pada umumnya direncanakan. penntuan kedalaman akhir ini sangat penting karena dengan demikian kita dapat memperkirakan berapa lama pemboran itu akan berlangsung dan dalam hal ini juga untuk berapa lama alat bor itu kita sewa. Penentuan kedalaman akhir ini diasarkan atas data seismik, setelah dilakukan korelasi dengan semua sumur yang ada dan juga dari kecepatan rambat reflektor yang ditentukan sebagai batuan dasar.</li>
<li><strong>Latar Belakang Geologi</strong>, alasan untuk pemboran didsarkan atas latar belakang geologi. Maka harus disebutkan keadaan geologi daerah tersebut, alasan pemboran eksplorasi dilakukan di daerah tersebut, jenis tutupan prospek dan juga struktur yang diharapkan dari prospek tersebut.</li>
<li><strong>Objektif Atau Lapisan Reservoir Yang Diharapkan</strong>, ini biasanya sudah ditentukan dan stratigrafi regional dan juga diikat dengan refleksi yang didapat dari seismik. Objektif lapisan reservoir ini harus ditentukan pada tingginya kedalaman yang diharapkan akan dicapai oleh pemboran, dimana diperoleh dari perhitungan kecepatan rambat seismik.</li>
<li><strong>Kedalaman Puncak Formasi Yang Akan Ditembus</strong>,<strong> j</strong>uga dalam prognosis ini harus kita tentukan formasi-formasi mana yang akan dilalui bor, maka kedalaman puncak (batas) formasi ini harus ditentukan dari data seismik.</li>
<li><strong>Jenis Survey Lubang Bor Yang Akan Dilaksanakan</strong>, pada setiap Pemboran eksplorasi selalu dilakukan survey lubang bor. Survey meliputi misalnya peng-Logan lumpur, Peng-Logan Cutting, Peng-Logan Listrik, Peng-Logan Radioaktif, dan sebagainya. Sebaiknya pada pemboran eksplorasi dilakukan survey yang lengkap , selain itu juga harus direncanakan apakah akan dilakukan pengambilan batu inti (coring) atau tidak.</li>
</ol>
<p>Dalam pembuatan prognosis ini juga ahli geologi harus bekerja sama dengan bagian eksploitasi dan bagian pemboran. Dengan demikian diharapkan diperoleh hasil yang sangat baik dalam pengembangan suatu lapangan nantinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iatmismmigas.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iatmismmigas.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iatmismmigas.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iatmismmigas.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iatmismmigas.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iatmismmigas.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iatmismmigas.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iatmismmigas.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iatmismmigas.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iatmismmigas.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iatmismmigas.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iatmismmigas.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iatmismmigas.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iatmismmigas.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=40&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/12/22/eksplorasi-minyak-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed80f61a830a78d105eb735ead91c31e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iatmismmigas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STRUKTURAL KEPENGURUSAN IATMI SM STT MIGAS BALIKPAPAN PERIODE 2011-2012</title>
		<link>http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/12/03/struktural-kepengurusan-iatmi-sm-stt-migas-balikpapan-periode-2011-2012/</link>
		<comments>http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/12/03/struktural-kepengurusan-iatmi-sm-stt-migas-balikpapan-periode-2011-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 15:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IATMI SM STT MIGAS Balikpapan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IATMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iatmismmigas.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Struktural Kepengurusan IATMI SM STT MIGAS Balikpapan Ketua SM : Theo Andi Setio Sekretaris : Vihtya Arintalova Bendahara : Arie Kustanti &#160; PSDM : Philipus Mananeke Bidang Guest Lecture &#38; Workshop : Bima Ariesona, Dewangga, Pipin Sovia Nanda, Ivonne Ruth Tondok, Dwi Apriliantono Field Trip &#38; Petroforia : Erni Widiawati, Paramita Hayuningsih, Herian Saputera, Happy [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=23&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Struktural Kepengurusan IATMI SM STT MIGAS Balikpapan</p>
<p><a href="http://iatmismmigas.files.wordpress.com/2011/12/j3.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-28" title="Struktural Kepengurusan 2011 - 2012" src="http://iatmismmigas.files.wordpress.com/2011/12/j3.jpg?w=1024&#038;h=377" alt="" width="1024" height="377" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p>Ketua SM : Theo Andi Setio</p>
<p>Sekretaris : Vihtya Arintalova</p>
<p>Bendahara : Arie Kustanti</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>PSDM : Philipus Mananeke</p>
<p>Bidang Guest Lecture &amp; Workshop : Bima Ariesona, Dewangga, Pipin Sovia Nanda, Ivonne Ruth Tondok, Dwi Apriliantono</p>
<p>Field Trip &amp; Petroforia : Erni Widiawati, Paramita Hayuningsih, Herian Saputera, Happy Isna Kurniawati, Arie Hermawan Ngian</p>
<p>Paper Junior Contest &amp; Petro I.T. : Iwan Joko, Amalul Ahli, Rizal M. Dicky, Resza Hartanto</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Human Resourses : Agustiningsih_, Nika Sartika Sari, Herisa Fahma, Erina Suhartini</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Public Relationship : Benny Aziz</p>
<p>Buletin, Mading &amp; Web : Rahmat Al Hafizh, Rizky Orda Maulana</p>
<p>Company, Alumny, Social : Pujono Anugerah Akin, Inro, Agatis Ade Derinda</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iatmismmigas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iatmismmigas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iatmismmigas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iatmismmigas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iatmismmigas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iatmismmigas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iatmismmigas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iatmismmigas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iatmismmigas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iatmismmigas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iatmismmigas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iatmismmigas.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iatmismmigas.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iatmismmigas.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=23&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/12/03/struktural-kepengurusan-iatmi-sm-stt-migas-balikpapan-periode-2011-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed80f61a830a78d105eb735ead91c31e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iatmismmigas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iatmismmigas.files.wordpress.com/2011/12/j3.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">Struktural Kepengurusan 2011 - 2012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IATMI SM STT MIGAS Balikpapan</title>
		<link>http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/11/10/iatmi-sm-stt-migas-balikpapan/</link>
		<comments>http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/11/10/iatmi-sm-stt-migas-balikpapan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 10:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IATMI SM STT MIGAS Balikpapan</dc:creator>
				<category><![CDATA[IATMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://iatmismmigas.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum Wr Wb. Selamat datang di Official Blog IATMI SM STT MIGAS Balikpapan. Blog ini dibuat dengan tujuan memfasilitasi pembaca untuk mendapatkan referensi mengenai bahan materi dunia perminyakan sekaligus sebagai sarana untuk memperkenalkan IATMI SM STT MIGAS Balikpapan secara luas. &#160; IATMI SM STT MIGAS Balikpapan resmi berdiri pada 10 April 2007 di bawah naungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=7&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum Wr Wb.</p>
<p>Selamat datang di Official Blog IATMI SM STT MIGAS Balikpapan.</p>
<p>Blog ini dibuat dengan tujuan memfasilitasi pembaca untuk mendapatkan referensi mengenai bahan materi dunia perminyakan sekaligus sebagai sarana untuk memperkenalkan IATMI SM STT MIGAS Balikpapan secara luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>IATMI SM STT MIGAS Balikpapan resmi berdiri pada 10 April 2007 di bawah naungan IATMI KOMISARIAT Kalimantan Timur.</p>
<p>Berdasar prinsip sederhana yang coba diwujudkan yaitu &#8220;Cerdas dan lebih bermanfaat&#8221;, kami terus melakukan perbaikan dan Alahamdulillah saat ini sudah melalui beberapa kali regenerasi kepengurusan.</p>
<p>Semoga perjalanan ni tetap berlanjut dan semoga blog ini dapat memberikan manfaatnya bagi pembaca sekalian.</p>
<p>Selamat berkarya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salam IATMI</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/iatmismmigas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/iatmismmigas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/iatmismmigas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/iatmismmigas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/iatmismmigas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/iatmismmigas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/iatmismmigas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/iatmismmigas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/iatmismmigas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/iatmismmigas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/iatmismmigas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/iatmismmigas.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/iatmismmigas.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/iatmismmigas.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iatmismmigas.wordpress.com&amp;blog=28963093&amp;post=7&amp;subd=iatmismmigas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/11/10/iatmi-sm-stt-migas-balikpapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed80f61a830a78d105eb735ead91c31e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">iatmismmigas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
