IATMI SM STT MIGAS Balikpapan

Dari Kami Untuk Negeri

Metode Perhitungan Cadangan : Volumetris

Tinggalkan komentar

1.1.    Metode Volumetris

Metode volumetris digunakan untuk memperkirakan besarnya cadangan reservoir pada suatu lapangan minyak atau gas yang baru, dimana data-data yang tersedia belum lengkap. Data-data yang diperlukan untuk perhitungan perkiraan cadangan secara volumetris, yaitu bulk volume reservoir (Vb), porositas batuan (f), saturasi fluida (Sf), dan faktor volume formasi fluida. Perhitungan perkiraan cadangan secara volumetris dapat digunakan untuk mengetahui besarnya initial hidrocarbon in place, ultimate recovery, dan recovery factor.

1.1.1. Penentuan Initial Oil In Place (IOIP)

Pada batuan reservoir yang mengandung satu acre-feet pada kondisi awal, maka volume minyak dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan untuk sejumlah gas mula-mula (initial gas in place) dapat ditentukan dengan persamaan:

 

 

 

 

 

Pada persamaan diatas, besaran yang perlu ditentukan terlebih dahulu adalah volume bulk batuan (Vb). Penentuan volume bulk batuan (Vb) ini dapat dilakukan secara analitis dan grafis.

1.1.1.1.    Penentuan Volume Bulk Batuan Secara Analitis

                   Langkah pertama yang dilakukan dalam menentukan volume bulk batuan adalah membuat peta kontur bawah permukaan dan peta isopach. Peta kontur bawah permukaan merupakan peta yang menggambarkan garis-garis yang menghubungkan titik-titik dengan kedalaman yang sama pada setiap puncak formasi. Sedangkan peta isopach merupakan peta yang menggambarkan garis- garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketebalan yang sama dari formasi produktif. (Gambar 3.1).

Gambar 4.1.

Peta Isopach

(a). Total Net Sand, (b). Net Oil Sand,

(c). Completed Isopach Map of Oil Reservoir

(Amyx, J. W., D. M. Bass, Jr. and R. L. Whiting, 1960,”Petroleum Reservoir Engineering-Physical Properties”)

                   Setelah peta isopach dibuat, maka luas daerah setiap garis isopach dapat dihitung dengan menggunakan planimeter dan diplot pada kertas, yaitu luas lapisan produktif versus kedalaman.

Jika peta isopach telah dibuat, maka perhitungan volume bulk batuan dapat dilakukan dengan menggunakan metode:

  • Metode Pyramidal

Metode ini digunakan apabila perbandingan antara luas garis isopach yang berurutan £ 0,5 yang secara matematis dituliskan:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Metode Trapezoidal

Metode ini digunakan apabila perbandingan antara luas garis isopach yang berurutan > 0,5 yang secara matematis dituliskan:

 

 

 

 

  • Metode Simpson

Metode ini digunakan jika interval kontur dan isopach tidak sama (tidak teratur) dan hasilnya akan lebih teliti jika dibandingkan dengan metode trapezoidal yang secara matematis dituliskan:

 

 

1.1.1.2.    Penentuan Volume Bulk Batuan Secara Grafis

Penentuan volume bulk batuan secara grafis dilakukan dengan cara membuat plot antara ketebalan yang ditunjukkan oleh tiap-tiap garis kontur terhadap luas daerah masing-masing, seperti terlihat pada Gambar 3.2. Dari gambar tersebut terlihat bahwa volume bulk batuan merupakan luas daerah yang ditunjukkan dibawah kurva.

Gambar 4.2.

Contoh Grafik Penentuan Volume Bulk Batuan

(Amyx, J. W., D. M. Bass, Jr. and R. L. Whiting, 1960,”Petroleum Reservoir Engineering-Physical Properties”)

1.1.2. Ultimate Recovery (UR)

Ultimate recovery merupakan jumlah maksimum hidrokarbon yang diperoleh dari reservoir dengan mekanisme pendorong alamiahnya. Ultimate recovery ini biasanya dinyatakan dengan parameter unit recovery (UR), yang merupakan hasil bagi antara ultimate recovery terhadap volume bulk batuan yang dapat diproduksikan oleh beberapa pengaruh mekanisme pendorong sampai saat abandonment. Untuk mengetahui besarnya ultimate recovery harus diketahui data- data seperti mekanisme pendorong yang dominan, saturasi fluida mula-mula, dan akhir dari masa produksi (tekanan abandonment), serta faktor volume formasi minyak dan gas sebagai fungsi tekanan. Ultimate recovery ini dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:

UR    =    N   x   RF………………………………..………………….….(4-7)

Keterangan  :

N                  : initial oil or gas in place, satuan volume

RF                : recovery factor, fraksi

Secara volumetris, ultimate recovery ini ditentukan dengan persamaan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Unit recovery pada reservoir gas dengan mekanisme pendorong water drive yaitu:

 

 

 

 

 

 

 

1.1.3. Recovery Factor (RF)

Untuk jumlah cadangan yang dapat diperoleh dipermukaan, maka terlebih dahulu perlu diketahui harga recovery factor (RF) yaitu perbandingan antara recoverable reserve dengan initial oil in place (fraksi), atau dapat ditulis dengan persamaan sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terimakasih kepada :

M. BAYU CIPTOAJI  : 113 070 140

UPN  / Kompre 2011

Iklan

Penulis: IATMI SM STT MIGAS Balikpapan

Untuk mereka yang ingin mewujudkan mimpinya. Salam IATMI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s